DESSY RIZKY
DEWI KARTIKA
NUR AINA
NURI AFINA
YANATA TETTI
PEMERINTAH KOTA MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 8 MALANG
BERSERTIFIKASI INTERNASIONAL
Jl. Teluk Pacitan Malang Telp (0341) 479148 Fax (0341) 479164
Website : http://www.smkn8mlg.sch.id Email : admin@smkn8mlg.sch.id
*Bersikaplah seperti lilin yang rela meleleh untuk menerangi manusia.*
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah ini ditulis dengan tujuan untuk Tugas Akhir Pelajaran Instalasi Jaringan (WAN) di SMKN 8 Malang.
Dalam penyusunan makalah ini penulis memperoleh bantuan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung, oleh Karen itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1. Bapak Drs. Adi Priyono S.pd selaku kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 8 Malang.
2. Darwis Suryantoro selaku Guru Pelajaran WAN Sekolah Menengah Kejuruhan Negeri 8 Malang.
3. Bapak dan Ibu guru SMKN 8 Malang, yang telah membimbing dan mengarahkan penulis.
4. Orang tua yang telah memberi semangat dan dorongan kepada penulis.
5. Teman-teman, siswa/siswi SMKN 8 Malang, yang telah memberi semangat dan dorongan kepada penulis sampai selesainya makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak demi perbaikan dan kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca.
Malang, Mei 2010
Penulis
DAFTAR ISI
Motto.............…………………………………………………………………………………………………………………… i
Kata Pengantar ………………………………………………………………………………………………………………….. ii
Daftar Isi……………………………………………………………………………………………………………………………… iii
Bab 1 Instalasi Jaringan Menggunakan Debian 4.0…….………………………………………………… .. 1
1.1 Konfigurasi Bios ……………………………………………………………………………………………………… 1
1.2 Instalasi Sistem Operasi …………………………………………………………………………………………. 3
Bab 2 Pengoperasian Dasar………………….………………………………………………………………………… 38
2.1 Login User or Root……..……………………………………………………………………………………….. . 38
2.2 Setting IP……………………………………………………………………………………………………………….. 39
Bab 3 Index CD Pacakage Library Debian……………………………………………………………………… . 42
3.1 Indexing CD…….…………………………………………………………………………………………………….. 42
Bab 4 Instalasi Package Multi User…….………………………………………………………………………….. 44
4.1 SSH Server……….……………………………………………………………………………………………………. 44
4.2 DHCP Server…..…………………………………………………………………………………………………….. 46
4.3 Web Server With PHP & Data Base Server (LAMP)………..…………………………………….. 49
4.4 Proxy Server………………………………………………………………………………………………………….. 54
4.5 DNS Server.......…………………………………………………………………………………………………….. 60
4.6 Mail Server……..…………………………………………………………………………………………………….. 62
Bab 5 Routing …………………………………………………………………………………………………………………. 66
5.1 Pengertian Routing……..……………………………………………………………………………………….. 66
5.2 Konsep Routing …………………………………………………………………………………………………….. 66
5.2.1 Routing Static ………………………………………………………………………………………… 66
5.2.2 Routing Dinamis…………..…………………………………………………………………………… 68
Kesimpulan & Saran…….…………………………………………………………………………………………………….. 78
Daftar Pusataka………………………………………………………………………………………………………………… 79
Bab I
Instalasi Jaringan Menggunakan Debian 4.0
1.1 Konfigurasi BIOS
1. Tekan tombol F2 untuk masuk ke BIOS SETUP.
2. Masuk ke tab Boot
3. Atur Booting pertama ke CD-ROM Drive
4. Kemudian Keluar dari BIOS SETUP
1.2 Instalasi Sistem Operasi
1. Masukkan CD 1 Debian 4.0 Etch ke dalam CD-ROM Drive.
2. Tunggu sampai muncul tampilan Debian. Kemudian tekan tombol ENTER langsung untuk tampilan instalasi Text . Atau instalasi berbasis GUI silahkan diketikan “installgui” (tanpa tanda petik), kemudian Tekan tombol ENTER.
3. Tunggu sampai muncul tampilan pemilihan Bahasa. Pilih English, Kemudian tekan tombol ENTER.
4. Pilih Other, Kemudian pilih Indonesia.
5. Pilih Keyboard Map Standar American English/US English.
6. Pilih Cancel jika menampilkan permintaan IP DHCP, karena akan dikonfigurasikan secara statis/manual.
7. Pilih Do not Configuration, karena dalam tahap berikutnya kita akan mengkonfigurasi ip berbasis text.
8. Isikan Nama Host(Hostname)
9. Konfigurasikan partisi secara Manual
10. Pilih Harddisk yang akan dipartisi.
11. Pilih Yes untuk membuat table harddisk baru.
12. Pilih Yang FREESPACE
13. Pilih create a new partition.
14. Isikan Ukuran Partisi yang akan dibuat. Misalnya akan membuat partisi untuk Swap. Ukuran partisi swap akan lebih stabil jika minimal 2x Ukuran RAM.
15. Pilih Logical jika diletakan di akhir table partisi.
16. Pilih End supaya diletakkan di akhir.
17. Ganti Jenis file system dari ext3 ke swap.
18. Pilih Done setting up the partition. Untuk swap biarkan Bootable Flag Off.
19. Pilih opsi yang FREESPACE.
20. Buat partisi baru langsung tekan tombol ENTER.
21. Biarkan terisi otomatis untuk partisi root ukurannya sisa freespace Harddisk.
22. Pilih Primary.
23. Mount Point “/” (tanpa tanda petiik).
24. Ganti Bootable Flag On
25. Jika sudahsselesai partisi. Pilih Finish.
26. Pilih Yes jika sudah yakin partisi akan ditulis ke harddisk.
27. Pilih Jakarta untuk pilihan Zona Waktu.
28. Isikan Kata Sandi Root
29. Isikan Nama Lengkap pemakai.
30. Isikan namauser untuk login.
31. Isikan Kata Sandi User.
32. Ulangi isikan kata sandi User.
33. Pilih No untuk memakai distribusi package dari jaringan.
34. Pilih Continue.
35. Pilih No untuk tidak ikut survei.
36. Untuk Text Mode, Desktop Enviromentnya di non –aktifkan menggunakan tombol spasi.
37. Klik Continue.
38. Pilih Yes untuk menulis GRUB loader ke MBR.
39. Tunggu sampai muncul tampilan Installation Complete yang berarti proses instalasi OS stelah selesai. Pilih Continue.
BAB 2
Pengoperasian Dasar
2.1 Login user or Root
1. Tampilan setelah PC dinyalahkan.
2. Masukkan username dan password yang telah di masukkan pada saat instalasi.
3. Ketikkan perintah su untuk login ke root dan kemudian masukkan password root. Jika lambing usernya $(Dolar) artinya masih terbatas hak aksesnya. Jika lambangnya #(Pagar) artinya telah login root dan bias mengubah/menkonfigurasi apapun yang ada pada system.
2.2 Setting IP
1. Ketikkan perintah ifconfig untuk menampilkan konfigurasi IP yang telah ada.
2. Konfigurasi IP ada 2 Cara.
CARA 1: menggu8nakan perintah
ifconfig
Kelemahannya: Pada waktu PC Mati konfigurasi akan hilang.
3. Cara 2: meletakkan konfigurasi IP ke file yang telah disediakan menggunakan text editor seperti nano. Dengan cara ini konfigurasi IP tetap ada
nano /etc/network/interfaces
4. Masukkan konfigurasi IP dengan ketentuan berikut:
[…]
auto
Iface
#jika memilih opsi dhcp baris dibawah ini tidak perlu ditulis.
address
netmask
gateway
[…]
Kemudian simpan dengan menekan tombol CTRL+X, kemudian tekan Tombol Y, lalu ENTER.
5. Jika telah di konfigurasi, ketikkan perintah
/etc/init.d/networking/restart
Untuk merestart Service Network, supaya di load kembali.
Kemudian Cek IP telah terkonfigurasi menggunakan perintah,
Ifconfig
BAB 3
Index CD Pacakage Library Debian
3.1 Indexing CD
Indexing CD digunakan untuk mendaftar/mendata isi di tiap-tiap CD Debian. Untuk Pembuatan server sederhana, hanya dibutuhkan CD Debian 4.0 Etch CD Binary 1- CD Binary 8
1. Ketikkan perintah
apt-cdrom add
2. Kemudian masukkan CD Debian mulai CD 2. Kemudian Tekan ENTER.
3. Lanjutkan dengan cd berikutnya…
4. Untuk mengecek CD berapa yang telah di index, ketikkan perintah
nano /etc/apt/sources.list
BAB 4
Instalasi Package Multi Server
4.1 SSH Server
1. Intalasi ketikkanPerintah:
#apt-get install openssh-server
1. Konfigurasi:
# nano /etc/ssh/sshd_config
NB: Untuk SSH tidak perlu dikonfigurasi, karena telah otomatis berfungsi.
2. Untuk Pengujian, Ketikkan perintah:
#ssh
Kemudian ketikkan yes untuk menyetujui enkripsi yang diberiakn, lalu masukkan password.
Ketikkan perintah w untuk memeriksa yang telah login aktif di server tersebut. Kemudian ketik perintah exit untuk mengakiri ssh.
4.2 DHCP Server
1. Instalasi, ketikkan perintah:
#apt-get install dhcp3-server
2. Konfigurasi:
a. Ketikkan perintah:
Nano /etc/dhcp3/dhcpd.conf
b. Berilah #(pagar) pada 4 Baris “# option” seperti gambar dibawah ini.
c. Cari baris seperti dibawah ini yang dimulai dengan A slight
Hilangkan pagar seperti gambar dibawah ini, kemudian konfigurasikan sesuai dengan Alamat IP yang dikehendaki.
d. Setelah disimpan dan dikonfigurasi, Service dhcp harus di restart terlebih dahulu.
e. Pengujian menggunakan client dihubungkan ke server tersebut. Jika client mendapatkan alamat IP sesuai dengan konfigurasi, berarti berhasil.
4.3 Web Server with PHP & Database Server (LAMP)
1. Instalasi ketikkan perintah:
#apt-get install apache2 php5 mysql-server-5.0 phpmyadmin links
2. Konfigurasi:
a. Ketikkan perintah:
#nano /etc/apache2/site-enabled/00-default
b. Tambahkan #(pagar) di depan untuk menonaktifkan.
c. Kemudian Simpan dengan menekan CTRL+X, kemudian Y, lalu ENTER.
d. Kemudian restart service apache2. Untuk me-load file konfigurasi.
Dengan perintah: /etc/init.d/apache2 restart
3. Pengujian:
a. Menggunakan phpmyadmin, ketikkan perintah:
links http://localhost/phpmyadmin/
Untuk keluar tekan tombol q atau CTRL+C atau CTRL+Z
b. Cara ke dua dengan member file html di /var/www, ketikkan perintah:
nano /var/www/rafael.php
c. Boleh diisi bahasa html atau php. Atau isikan
d. Kemudian Exit, kemudian test menggunakan links text browser. Dengan perintah:
links http://localhost/dewi.php
jika muncul seperti yang diharapkan dari kode html diatas, berarti berhasil.
4.4 Proxy Server
1. Perintah:
#apt-get install squid
2. Konfigurasi:
a. Ketikkan perintah:
nano /etc/squid/squid.conf
b. Tekan CTRL+W untuk mencari visible_hostname
Tambahkan baris:
visible_hostname proxy.rafael.org
c. Tekan CTRL+W untuk mencari “insert your”
Untuk menublok semua sumber ip
Tambahkan baris:
http_access allow all
d. Restart service squid menggunakan perintah:
/etc/init.d/squid restart
4.5.1 DNS Server
1. Instalasi Perintah:
#apt-get install bind9
2. Konfigurasi:
nano /etc/bind/named.conf.local
tambahkan baris
[…]
zone "smkn8mlg.sch.id" {
type master;
file "/ etc/bind/db.smkn8.co.id ";
};
zone "in-addr.arpa" {
type master;
file "/ etc/bind/ptr ";
};
[…]
nano /etc/bind/ptr
nano /etc/bind/db.smkn8.co.id
3. Pengujian menggunakan perintah:
nslookup
4.5.2 Mail Server
1. Instalasi Perintah:
#apt-get remove exim4*
#apt-get install postfix dovecot* squirrelmail
2. Konfigurasi:
Untuk Package dovecot tidak diperlukan konfigurasi, hanya konfigurasi virtual host di apache
a. Nano /etc/apache/sites-enabled/00-default
b. Tambahkan baris sebelum […]
Alias /mail “/usr/share/squirrelmail”
3. Pengujian:
Menggunakan perintah telnet
Atau menggunakan perintah:
links http://localhost/mail
Kemudian login menggunakan username dan password anda.
BAB 5
Routing
5.1 Pengertian Routing
Routing adalah suatu protokol yang digunakan untuk mendapatkan rute dari satu jaringan ke jaringan yang lain. Rute ini, disebut dengan route dan informasi route secara dinamis dapat diberikan ke router yang lain ataupun dapat diberikan secara statis ke router lain.
Routing adalah proses dimana suatu router mem-forward paket ke jaringan yang dituju. Suatu router membuat keputusan berdasarkan IP address yang dituju oleh paket. Semua router menggunakan IP address tujuan untuk mengirim paket. Agar keputusan routing tersebut benar, router harus belajar bagaimana untuk mencapai tujuan. Ketika router menggunakan routing dinamis, informasi ini dipelajari dari router yang lain. Ketika menggunakan routing statis, seorang network administrator mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang ingin dituju secara manual.
5.2 Konsep Routing
Jika routing yang digunakan adalah statis, maka konfigurasinya harus dilakukan secara manual, administrator jaringan harus memasukkan atau menghapus rute statis jika terjadi perubahan topologi. Pada jaringan skala besar, jika tetap menggunakan routing statis, maka akan sangat membuang waktu administrator jaringan untuk melakukan update table routing. Karena itu routing statis hanya mungkin dilakukan untuk jaringan skala kecil. Sedangkan routing dinamis bias diterapkan di jaringan skala besar dan membutuhkan kemampuan lebih dari administrator.
5.2.1 Routing Static
Cara kerja routing statis dapat dibagi menjadi 3 bagian:
- Administrator jaringan yang mengkonfigurasi router.
- Router melakukan routing berdasarkan informasi dalam tabel routing.
- Routing statis digunakan untuk melewatkan paket data.
Seorang administrator harus menggunakan perintah ip route secara manual
untuk mengkonfigurasi router dengan routing statis.
Langkah-langkah untuk melakukan konfigurtasi routing statis adalah sebagai berikut:
- Langkah 1 – tentukan dahulu prefix jaringan, subnet mask dan address. Address bias saja interface local atau next hop address yang menuju tujuan.
- Langkah 2 – masuk ke mode global configuration.
- Langkah 3 – ketik perintah ip route dengan prefix dam mask yang diikuti dengan address seperti yang sudah ditentukan di langkah 1. Sedangkan untuk administrative distance bersifat tambahan, boleh digunakan boleh tidak.
- Langkah 4 – ulangi langkah 3 untuk semua jaringan yang dituju yang telah ditentukan pada langkah 1.
- Langkah 5 – keluar dai mode global configuration.
- Langkah 6 – gunakan perintah copy running-config startup-config untuk menyimpan konfigurasi yang sedang aktif ke NVRAM.
Gambar 1. Contoh konsep routing
Konfigurasi routing dengan cli
ip route network subnet mask next hoop
contoh: ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 172.16.2.2
atau dapat juga dengan langsung caranya seperti gambar di bawah ini
5.2.2 ROUTING DINAMIS
Apabila jaringan memiliki lebih dari satu kemungkinan rute untuk tujuan yang sama maka perlu digunakan dynamic routing. Sebuah dynamic routing dibangun berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh protokol routing. Protokol ini didesain untuk mendistribusikan informasi yang secara dinamis mengikuti perubahan kondisi jaringan. Protokol routing mengatasi situasi routing yang kompleks secara cepat dan akurat. Protokol routng didesain tidak hanya untuk mengubah ke rute backup bila rute utama tidak berhasil, namun juga didesain untuk menentukan rute mana yang terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Pengisian dan pemeliharaan tabel routing tidak dilakukan secara manual oleh admin. Router saling bertukar informasi routing agar dapat mengetahui alamat tujuan dan menerima tabel routing. Pemeliharaan jalur dilakukan.
A. ALGORITMA ROUTING
Klasifikasi Algoritma Routing :
1. Global
Semua router memiliki informasi lengkap mengenai topologi, link cost.
Contohnya adalah algoritma link state.
2. Desentrasilasi
• Router mengetahui koneksi fisik atau link cost ke tetangga,
• Terjadi pengulangan proses komputasi dan mempertukarkan,
• Informasinya ke router tetangganya, contohnya adalah algoritma distance vector
1. DISTANCE VECTOR
Algoritma routing distance vector secara periodik menyalin table routing
dari router ke router. Perubahan table routing ini di-update antar router yang saling berhubungan saat terjadi perubahan topologi. Setiap router menerima table routing dari router tetangga yang terhubung secara langsung.Proses routing ini disebut juga dengan routing Bellman-Ford atau Ford-Fulkerson. Routing vektor jarak beroperasi dengan membiarkan setiap router menjaga tabel (sebuah vektor) memberikan jarak yang terbaik yang dapat diketahui ke setiap tujuan dan saluran yang dipakai menuju tujuan tersebut. Tabel-tabel ini di-update dengan cara saling bertukar informasi dengan router tetangga.
Routing distance vektor bertujuan untuk menentukan arah atau vektor dan
jarak ke link-link lain di suatu internetwork. Sedangkan link-state bertujuan untuk menciptakan kembali topologi yang benar pada suatu internetwork.
Misal, router Y menerima tabel informasi estimasi dari router X, dimana terdapat Xi, yang menyatakan estimasi waktu yang dibutuhkan oleh X untuk sampai ke router i. Bila Y mengetahui delay ke X sama dengan m milidetik, Y juga mengetahui bahwa Y dapat mencapai router i dalam Xi + m milidetik.
Struktur data tabel Distance Vector :
• Setiap node (router) memilikinya,
• Baris digunakan menunjukkan tujuan yang mungkin,
• Kolom digunakan menunjukkan untuk setiap node tetangga secara langsung,
• Sebagai contoh : pada router X, untuk tujuan Y melalui tetangga Z.
• Pembentukan tabel routing dilakukan dengan cara tiap-tiap router saling bertukar informasi routing dengan router yang terhubung secara langsung.
• Proses pertukaran informasi dilakukan secara periodik, misal setiap 45 detik.
Update table routing dilakukan ketika terjadi perubahan toplogi jaringan. Sama dengan proses discovery, proses update perubahan topologi step-by-step dari router ke router. Gambar diatas menunjukkan algoritma distance vector memanggil ke semua router untuk mengirim ke isi table routingnya. Table routing berisi informasi tentang total path cost yang ditentukan oleh metric dan alamat logic dari router pertama dalam jaringan yang ada di isi table routing, seperti skema oleh gambar di bawah ini.
Analogi distance vector dapat dianalogikan dengan jalan tol. Tanda yang menunjukkan titik ke tujuan dan menunjukkan jarak ke tujuan. Dengan adanya tanda-tanda seperti itu pengendara dapat dengan mudah mengetahui perkiraan jarak yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan. Dan tentunya jarak terpendek adalah rute yang terbaik.
2. LINK-STATE
Algoritma link-state juga dikenal dengan algoritma Dijkstra atau algoritma
shortest path first (SPF). Algoritma ini memperbaiki informasi database dari
informasi topologi. Algoritma distance vector memiliki informasi yang tidak
spesifik tentang distance network dan tidak mengetahui jarak router. Sedangkan algortima link-state memperbaiki pengetahuan dari jarak router dan bagaimana mereka inter-koneksi.
Beberapa fitur yang dimiliki oleh routing link-state adalah:
1. Link-state advertisement (LSA) – paket kecil dari informasi routing yang dikirim antar router.
2. Topological database – kumpulan informasi yang dari LSA-LSA.
3. SPF algorithm – hasil perhitungan pada database sebagai hasil dari pohon SPF.
4. Routing table – adalah daftar rute dan interface.
KONSEP LINK STATE
Dasar algoritma routing yang lain adalah algoritma link state. Algoritma link state biasa disebut sebagai algoritma Dijkstra atau algoritma Shortest Path First (SPF).
• Setiap router mempunyai peta jar,
• Router menentukan rute ke setiap tujuan di jar berdasarkan peta jar tersebut.
• Petajaringan disimpan router dalam bentuk database sebagai hasil dari pertukaran info link-state antara router-router bertetangga di jar tersebut.
• Setiap record dalam database menunjukkan status sebuah jalur dijar (link-tate).
• Menerapkan algoritma Dijkstra.
• Topologi jaringan dan link cost diketahui oleh semua node router.
• Dilakukan dengan cara mem-broadcast informasi link state.
• Semua node memiliki informasi yang sama.
• Menghitung cost terkecil dari satu node ke node lainnya.
• Memberikan tabel rute untuk router tersebut setelah iterasi sebanyak n, diketahui link cost terkecil untuk n tujuan.
B. PROTOKOL ROUTING
Routing protocol berbeda dengan routed protocol. Routing protocol adalah komunikasi antara router-router. Routing protocol mengijinkan router-router untuk sharing informasi tentang jaringan dan koneksi antar router. Router menggunakan informasi ini untuk membangun dan memperbaiki table routingnya. Seperti pada gambar di bawah ini.
Protokol routing dinamik yang banyak digunakan dalam internetworking TCP/IP adalah RIP (Routing Information Protocol) yang menggunakan algoritma routing distance vector dan OSPF (Open Shortest Path First) yang menggunakan.algoritma link-state. Pada layer TCP/IP, router dapat menggunakan protokol routing untuk membentuk routing melalui suatu algoritma yang meliputi:
1. RIP — menggunakan protokol routing interior dengan algoritma distance vector,
2. IGRP — menggunakan protokol routing interior dengan algoritma Cisco distance vector,
3. OSPF — menggunakan protokol routing interior dengan algoritma link state,
4. EIGRP — menggunakan protokol routing interior dengan algoritma advanced Cisco distance vector.
Routing Information Protocol (RIP)
Routed protocol digunakan untuk user traffic secara langsung. Routed
protocol menyediakan informasi yang cukup dalam layer address jaringannya untuk melewatkan paket yang akan diteruskan dari satu host ke host yang lain berdasarkan alamatnya.
RIP merupakan salah satu protokol routing distance vector yang digunakan oleh ribuan jaringan di dunia. Hal ini dikarenakan RIP berdasarkan open standard dan mudah diimplementasikan. Tetapi RIP membutuhkan konsumsi daya yang tinggi dan memerlukan fitur router routing protokol. Dasar RIP diterangkan dalam RFC 1058, dengan karakteristik sebagai berikut:
• Routing protokol distance vector,
• Metric berdasarkan pada jumlah lompatan (hop count) untuk pemilihan jalur,
• Jika hop count lebih dari 15, maka paket dibuang,
• Update routing dilakukan secara broadcast setiap 30 detik.
1. RIP Versi 1
• Dokumen –> RFC1058.
• RIP V1 routing vektor-jarak yang dimodifikasi dengan triggered update dan split horizon dengan poisonous reverse untuk meningkatkan kinerjanya.
• RIP V1 diperlukan supaya host dan router dapat bertukar informasi untuk menghitung rute dalam jaringan TCP/IP.
• Informasi yang dipertukarkan RIP berupa :
a.Host
b. Network
c. Subnet
d. Rutedefault
2. RIP Versi 2
• Enhancement dari RIP versi1 ditambah dengan beberapa kemampuan baru,
• Algoritma routing sama dengan RIP versi1,
• Bedanya terletak pada format dengan tambahan informasi yang dikirim,
• Kemampuan baru :
a.Tag–>untukruteeksternal.
b.Subnetmask.
c.Alamathopberikutnya.
d. Autentikasi.
IGRP (Interior Gateway Routing Protocol)
IGRP merupakan distance vector IGP. Routing distance vector mengukur
jarak secara matematik. Pengukuran ini dikenal dengan nama distance vector. Router yang menggunakan distance vector harus mengirimkan semua atau sebagian table routing dalam pesan routing update dengan interval waktu yang regular ke semua router tetangganya. Isi dari informasi routing adalah:
• Identifikasi tujuan baru,
• Mempelajari apabila terjadi kegagalan.
IGRP adalah routing protokol distance vector yang dibuat oleh Cisco. IGRP
mengirimkan update routing setiap interval 90 detik. Update ini advertise semua jaringan dalam AS. Kunci desain jaringan IGRP adalah:
• Secara otomatis dapat menangani topologi yang komplek,
• Kemampuan ke segmen dengan bandwidth dan delay yang berbeda,
• Skalabilitas, untuk fungsi jaringan yang besar.
Secara default, IGRP menggunakan bandwidth dan delay sebagai metric. Untuk konfigurasi tambahan, IGRP dapat dikonfigurasi menggunakan kombinasi semua varibel atau yang disebut dengan composite metric. Variabel-variabel itu misalnya:
• Bandwidth
• Delay
• Load
• Reliability
IGRP yang merupakan contoh routing protokol yang menggunakan algoritma distance vector yang lain. Tidak seperti RIP, IGRP merupakan routing protokol yang dibuat oleh Cisco. IGRP juga sangat mudah diimplementasikan, meskipun IGRP merupakan routing potokol yang lebih komplek dari RIP dan banyak faktor yang dapat digunakan untuk mencapai jalur terbaik dengan karakteristik sebagai berikut:
• Protokol Routing Distance Vector.
• Menggunakan composite metric yang terdiri atas bandwidth, load, delay dan reliability.
• Update routing dilakukan secara broadcast setiap 90 detik.
OSPF (Open Shortest Path First)
OSPF merupakan interior routing protocol yang kepanjangan dari Open
Shortest Path First. OSPF didesain oleh IETF ( Internet Engineering Task Force ) yang pada mulanya dikembangkan dari algoritma SPF ( Shortest Path First ). Hampir sama dengan IGRP yaitu pada tahun 80-an.
Pada awalnya RIP adalah routing protokol yang umum dipakai, namun ternyata untuk AS yang besar, RIP sudah tidak memadai lagi. OSPF diturunkan dari beberapa periset seperti Bolt, Beranek, Newmans. Protokol ini bersifat open yang berarti dapat diadopsi oleh siapa pun. OSPF dipublikasikan pada RFC nomor 1247. OSPF menggunakan protokol routing link-state, dengan karakteristik sebagai berikut:
• Protokol routing link-state.
• Merupakan open standard protokol routing yang dijelaskan di RFC 2328.
• Menggunakan algoritma SPF untuk menghitung cost terendah.
• Update routing dilakukan secara floaded saat terjadi perubahan topologi jaringan.
• OSPF adalah linkstate protokol dimana dapat memelihara rute dalam dinamik network struktur dan dapat dibangun beberapa bagian dari subnetwork.
• OSPF lebih effisien daripada RIP.
• Antara RIP dan OSPF menggunakan di dalam Autonomous System ( AS ).
• Menggunakan protokol broadcast.
EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)
EIGRP menggunakan protokol routing enhanced distance vector, dengan
karakteristik sebagai berikut:
• Menggunakan protokol routing enhanced distance vector.
• Menggunakan cost load balancing yang tidak sama.
• Menggunakan algoritma kombinasi antara distance vector dan link-state.
• Menggunakan Diffusing Update Algorithm (DUAL) untuk menghitung jalur terpendek.
note:
• Pada penggunaan EIGRP menggunakan autonomous sytem yang disebut sistem routing.
• router – router yang berada dalam suatu autonomuos sytem yang sama disebut Gateway Protocol (IGP)
• Routing didalam satu subnet dengan outonomous yang sama disebut system routing.
• Routing diantara dua subnet yang berlainan dengan autonomous system yang sma disebut interior routing.
• Jika router yang berada dalam suatu autonomuos system berhubungan dengan router lain,jenis protokol routing yang mengatur disebut Exterior ateway Protocols (EGP)
• Pada penerapan Dynamic routing terdapat konsep classfull dan classless.
• Classfull adalah penerapan subnet secara penuh atau default. /24,/16,/8 artinya penggunaan kelas full dikonsep ini.
• Classless artinya kita dapat mengunakan semua subnet yang dapat digunakan maksudnya kita dapat menggunakan metode VLSM pada penerapannya.
• Dynamic routing Classfull : Rip V1, IGRP
• Dynamic routing ClassLess : IS-IS,Rip V2,OSPF,EIGRP, dan BGP
Convergence
Convergence adalah suatu bahasan dalam Dynamic routing yang mempunyai keadaan dimana ketika semua router telah mempunyai routing tabel mereka sendiri sacara tetap dan konsisten. Jaringan yang Convergence ketika semua router telah mendapatkan hasil lengkap dan akurat mengenai informasi jaringan. Waktu convergence adalah waktu saar semua router berbagi informasi, menghitung jalur terbaik, mengperbaharui Routing tabel mereka. Jaringan tidak akan berhenti beroperi sanpai semua network mendapatkan status convergence, kebanyakan jaringan mempunyai waktu yang singkat untuk mengubah statusnya menjadi convergence.
Convergence mengambungkan sifat kolaborasi dan independen,artinya selain router membuat informasi routingnya sendiri tapi juga berkerjasama dengan router lain untuk menentukan jalur tebaik, serta mengantisipasi terhadap perubahan topologi bersama router lain.pencapaian status convergence secara cepat menandakan protokol routing yang lebih baik, RIP dan IGRP adalah jenis convergence yang lambat, EIGRP dan OSPF adalah jenis convergence yang cepat.
Kesimpulan
Dan Saran
Kesimpulan:
Teknik jaringan komputer merupakan kajian yang sangat kompleks. Makalah ini secara umum menjelaskan tentang Administrasi Jaringan Komputer menggunakan Linux Debian 4.0. Materi y ang disajikan dalam makalah ini antara lain:
1. Instalasi Wan
2. Instalasi DHCP
3. Instalasi Web Server
4. Instalasi DNS Server
5. Konsep Routing
• Makalah ini disusun agar pembaca lebih memahami tentang instalasi Linux Debian 4.0.
• Instalasi berbasis Gui lebih mudah dari pada berbasis Text
Saran:
1. Semoga makalah yang telah kami buat bermanfaat bagi pembaca
2. Semoga pembaca bisa mengembangkan ilmu yang ada dalam makalah ini
Daftar Pustaka
http://www.budi.insan.co.id/presentations/routing-internet.ppt
http://www.poetra-banyoemas.co.cc/2009/01/mengatur-konfigurasi-services-samba.html
http://www.scribd.com/doc/6668943/Rpp-WAN-Jadi
http://ajie.students-blog.undip.ac.id/


